Beberapa nasihat untuk meluruskan kejiwaan anak

Pentingnya memperhatikan dan menjaga segala aspek kesehatan anak-anak, khususnya kesehatan jiwa dan mental mereka. Karena kesehatan akan mempengaruhi terbinanya kepribadian mereka. Kita lihat terkadang kedua orang tua melalaikan kondisi anak-anak dalam soal ini, sehingga mereka tumbuh menjadi anak autis yang selalu murung dan senantiasa terancam berbagai macam bahaya akibat kesedihan, dan pada gilirannya anak itu merasa dendam terhadap keluarganya dan masyarakat sekitarnya, bahkan boleh jadi dia akan terus mengalami bahaya-bahaya tersebut sepanjang hidupnya.

Oleh karena itu, nasihat-nasihat yang perlu penulis sampaikan untuk meluruskan kembali kejiwaan anak-anak tersebut, antara lain sebagai berikut:

1. Hubungan antara kedua orang tua hendaklah dipelihara dengan baik sehingga terwujudlah kedamaian, cinta kasih dan pergaulan yang baik di tengah keluarga. Adalah salah besar bila kedua orang tua bertengkar dan terlibat perselisihan dengan sengit di depan anak-anak.

2. Kedua orang tua haruslah menyadari bahwa anak kecil adalah makhluk yang kecil badannya, perasaan batinnya dan perasaan lahirnya. Semua itu harus diperhatikan ketika proses pendidikan berlangsung. Oleh karena itu, tidak boleh mencela anak kecil seperti halnya mencela orang yang sudah dewasa, apa pun sebabnya, apalagi menyamakan keduanya dalam memberi sanksi.

3. Buatlah anak merasakan cinta dan kasih sayang, dengan cara bersikap lemah lembut terhadapnya, bercanda dengannya, mencium dan mendekapnya. Bisa juga dengan membelikan untuknya hadiah dan mainan yang spesial. Studi-studi kejiwaan telah membuktikan bahwa tidak menerima cinta kasih dan kurang mendapatkan perhatian adalah penyebab utama timbulnya penyakit-penyakit saraf dan kejiwaan pada anak. Bahkan sejumlah dokter memastikan bahwa tidak diperolehnya sentuhan perasaan pada usia dini dapat menghambat pertumbuhan anak dalam segala hal.

4. Kedua orang tua hendaklah memperlakukan semua anak-anaknya secara adil, tidak boleh membeda-bedakan. Karena cara ini membuat mereka dapat membuat mereka merasakan cinta lebih banyak dan menjadikan hati mereka nyaman.

5. Kedua orang tua hendaklah selalu menegur anak-anak atas kekeliruan-kekeliruan perilaku mereka dengan lemah lembut, tanpa berteriak ataupun menggunakan suara tinggi, dan tanpa menyalahkannya lebih dari yang diperbuatnya. Tidak diragukan lagi bahwa dalam hal ini, keteladanan yang baik merupakan faktor utama dalam mendidik mereka. Karena, dengan demikian, anak akan belajar berperilaku yang baik dari kedua orang tuanya.

6. Jangan menggunakan kekerasan dalam memberi sanksi, bahkan jangan sekali-kali memberi sanksi sebelum ada bukti yang kuat atas kesalahan anak yang dihukum. Sesungguhnya kalaupun Anda seratus kali salah dalam memaafkan, hal tersebut masih lebih baik daripada sekali saja Anda salah dalam memberi sanksi.

7. Hindari dan sekali lagi hindari mencela anak di depan orang lain, meskipun di depan teman-temannya sesama anak kecil. Mencela mereka dengan cara seperti itu, justru membuat anak membangkang dan tidak mau berhenti dari kesalahannya.

8. Berikanlah dorongan semangat kepada anak ketika dia mendapat kesuksesan, atau ketika menyenagkan hati kedua orang tuanya. Bahkan, ada baiknya sesekali anak itu diberi sanjungan tanpa berlebihan di depan umum, agar timbul semangatnya dan meningkat morilnya sehingga dia lebih semangat dalam upaya menggapai kesuksesan. Studi dan penelitian yang dilakukan para psikolog dan para pakar pendidikan membuktikan bahwa mendorong semangat anak mendatangkan hasil-hasil yang lebih besar daripada menyalahkan dan mencelanya.

9. Jangan mengingatkan anak akan dosa atau kesalahan yang telah lalu, karena hal tersebut akan mematahkan semangatnya dan menjadikannya kehilangan kepercayaan diri, bahkan terkadang dia malah ingin menikmati lagi kesalahan-kesalahannya yang telah lalu dan akhirnya menjadi kebiasaan.

10. Berikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapakan pendapatnya dan doronglah dia untuk mengemukakan pandangannya. Bahkan, sebaiknya kedua orang tua atau pendidik bersikap diam mendengarkan anak yang sedang mengungkapkan pendapatnya, lalu ucapkan terima kasih atas pendapatnya yang cemerlang dan cara berpikirnya yang baik.

Dari buku Obat Penawar Hati yang Sedih hal26-29, penulis: Sulaiman bin Muhammad bin Abdullah Al-Utsaim, penebit: Darus Sunnah

Iklan

Faidah QS. Al-Baqarah: 102

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan pada masa kerajaan  Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang Malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Dan sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (Kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui.”

QS. Al-Baqarah: 102)

Diantara faedah yang dapat kita ambil dari ayat tersebut:

1. Orang-orang yahudi mengambil sihir dari syaithan. Diantara mereka ada yang bernama labib bin atham (yang menyihir Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam).

2. Syaithan-syaithan mendatangi tukang sihir pada zaman Nabi Sulaiman.

3. Nabi Sulaiman mengingkari hal itu (Nabi Sulaiman tidak mengerjakan dan mengajarkan sihir).

4. Mempelajari sihir dan mengajarkannya adalah kufur akbar (mengeluarkan dari millah).

5. Allah menguji manusia dengan apa yang Allah kehendaki.

6. Wajib  atas manusia untuk memberikan nasihat kepada manusia (menurut kemampuan).

7. Bahaya sihir bisa memisahkan antara suami dengan isterinya (menunjukkan bahwa sihir mempunyai hakekat dan pengaruhnya besar).

8. Sebab bagaimanapun besarnya tidak punya pengaruh tanpa izin Allah.

9. Dianjurkan kita untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari godaan syaithon.

10. Belajar sihir pada hakikatnya bahaya (ilmu yang tidak bermanfaat dan tidak ada kebaikan padanya).

11. Orang-orang yahudi belajar ilmu sihir dengan pengetahuan mereka (mereka tahu mempelajari sihir itu tidak boleh).

12. Menetapkan balasan (balasan tergantung amal).

Bekasi, 13 Jumadal awwal 1432 H  (17/04/2011)

Dari ceramah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah di Radio Rodja 756 am dengan tema Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah point ke 56 (hukum sihir dan tukang sihir)

________________________________________________________

Catatan:

Negeri babil berada di irak

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.